Franco Mastantuono Cetak Hattrick, Fiorentina Akhirnya Putus Tiga Kekalahan Beruntun

Franco Mastantuono menjadi pusat perhatian ketika Fiorentina akhirnya bangkit dari periode sulit di Serie A 2026/27. Pemain berusia 19 tahun itu mencetak hattrick saat La Viola menaklukkan Venezia 4-2 di Stadion Pier Luigi Penzo pada 11 September 2026. Kemenangan tersebut sekaligus menjadi tiga poin pertama Fiorentina musim ini setelah sebelumnya menelan tiga kekalahan beruntun. Dalam perjalanan SEPAK BOLA yang penuh tekanan, penampilan Mastantuono hadir pada waktu yang sangat dibutuhkan oleh tim asal Florence tersebut.
Tiga Kekalahan Membuat Fiorentina Wajib Memberikan Respons
Tim asal Florence menghadapi pertandingan melawan Venezia dengan tekanan yang cukup besar. Tiga kekalahan beruntun membuat hasil positif sangat dibutuhkan. Fiorentina sebelumnya gagal membuka perolehan poin setelah melewati awal kompetisi dengan hasil negatif, sehingga pertandingan keempat musim ini menjadi ujian besar bagi seluruh skuad.
Tekanan yang muncul bahkan membuat klub mengambil keputusan besar. Fabio Grosso diberhentikan dari jabatan pelatih, kemudian Paolo Vanoli kembali dipercaya untuk menangani tim. Dalam persaingan sepak bola Italia, perubahan seperti ini membutuhkan respons cepat, terlebih ketika tim membutuhkan kemenangan.
La Viola Harus Bangkit setelah Tertinggal Lebih Dahulu
Pertandingan tidak langsung berjalan mudah karena Venezia mampu mencetak gol pertama. Akor Adams menjadi pencetak gol pembuka pada menit ke-22 setelah memanfaatkan umpan Gianluca Busio. Gol tersebut membuat Fiorentina kembali dipaksa mengejar pertandingan.
Bukannya mengulangi masalah dari laga sebelumnya, Fiorentina kali ini mencoba membangun serangan dengan keberanian. Sirkulasi serangan mulai membuka lebih banyak ruang. Situasi laga kemudian berubah setelah Mastantuono menemukan ruang untuk menyerang, dan hanya dalam beberapa menit Fiorentina mampu membalikkan keadaan.
Mastantuono Cetak Dua Gol dalam Waktu Singkat
Pemain muda Argentina tersebut mulai memberikan dampak besar pada menit ke-29. Dengan eksekusi yang tenang, ia menghapus keunggulan Venezia. Lesakan tersebut sekaligus meningkatkan kepercayaan diri La Viola, terutama setelah Venezia lebih dahulu memimpin.
Menariknya, Mastantuono tidak membutuhkan waktu lama. Sekitar satu menit kemudian, pemain berusia 19 tahun tersebut kembali mencetak gol dan membalikkan skor menjadi 2-1. Sepasang lesakan cepat tersebut menjadi titik balik besar dalam pertandingan dan menunjukkan ketajaman sang pemain.
Fiorentina Lebih Efektif pada Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Fiorentina tidak perlu memaksakan dominasi penuh. Venezia mencoba mencari jalan untuk menyamakan kedudukan, tetapi La Viola mampu menjaga organisasi. Disiplin setelah unggul menjadi bagian penting dalam usaha mempertahankan keunggulan.
La Viola selanjutnya memperbesar keunggulan pada menit ke-66 melalui Matteo Pellegrino. Pemain yang masuk sebagai pengganti tersebut memanfaatkan umpan Nicolo Fagioli untuk memberikan jarak dua gol. Keunggulan tambahan itu menunjukkan bahwa perubahan pendekatan memberikan hasil, sesuatu yang sempat hilang pada tiga laga awal.
Gol Ketiga Lengkapi Hattrick Bersejarah Mastantuono
Bintang Argentina itu belum selesai memberikan kejutan. Pada menit ke-84, ia kembali mencetak gol setelah memanfaatkan bola yang masih terbuka. Lesakan ketiganya memastikan Mastantuono menjalani malam terbaiknya bersama Fiorentina.
Pencapaian itu juga membuat namanya masuk dalam catatan klub. Pada usia 19 tahun, Mastantuono mencatat rekor sebagai pencetak hattrick termuda La Viola di Serie A. Rekor itu semakin meningkatkan sorotan terhadap dirinya, terutama karena kontribusinya datang saat Fiorentina membutuhkan kemenangan.
Hasil di Venezia Memberikan Napas Baru untuk Fiorentina
Kemenangan 4-2 memiliki makna khusus bagi Fiorentina. Setelah tiga kekalahan beruntun, La Viola akhirnya mencatat kemenangan perdana di Serie A 2026/27. Hasil tersebut juga memberikan awal positif bagi Paolo Vanoli dalam kembalinya sebagai pelatih Fiorentina.
Meski kemenangan memberikan kelegaan, Fiorentina tetap membutuhkan banyak perbaikan. Kemampuan lawan menciptakan ancaman menunjukkan bahwa sektor pertahanan membutuhkan perhatian. Namun dalam perjalanan panjang Serie A, kemenangan seperti ini dapat menjadi titik awal kebangkitan.
Tiga Gol Mastantuono Putus Tren Buruk La Viola
Kemenangan Fiorentina atas Venezia menjadi akhir dari rangkaian hasil buruk. Franco Mastantuono menjadi tokoh utama dengan hattrick luar biasa, sementara Matteo Pellegrino ikut memberikan kontribusi untuk membawa Fiorentina menjauh. Hasil di Pier Luigi Penzo memberikan energi positif setelah awal musim yang berat.
Untuk penggemar Serie A, cerita Mastantuono menjadi salah satu kisah menarik pada awal musim. Pembaca dapat membagikan pendapat mengenai peluang La Viola mempertahankan momentum, sekaligus mengikuti perkembangan Fiorentina dalam persaingan SEPAK BOLA Italia.








